GOLOK CIOMAS BANTEN

♠ Posted by Unknown in




Golok Ciomas

Merupakan salah satu Budaya dan Warisan Religi masyarakat Banten.
Golok Ciomas identik dengan warga Banten yang terkenal dengan mistisnya dan mempunyai keistimewaan dibandingkan dengan golok-golok dari daerah lain.
salah satu Golok Ciomas pernah tercatat dalam rekor MURI sebagai golok terpanjang di Indonesia yang dinamakan Golok Salam Nunggal dengan panjang 7 m, lebar 40 cm dan berat 2 ton merupakan golok yang terbesar juga di dunia. Ciomas, merupakan sebuah Kecamatan di Provinsi Banten yang berjarak sekitar 20 km selatan Kota Serang.

Keistimewahan Golok Ciomas


Cerita mengenai keistimewaan Golok Ciomas pun terdengar hingga sekarang mulai dari bisa berdiri tegak hingga ketajamannya yang luar biasa. Konon, karena dibuat secara khusus, kulit yang terluka oleh Golok Ciomas sedikit saja sulit untuk disembuhkan bahkan dapat membusuk dan menyebabkan kematian. Seolah golok itu memiliki racun yang maha dahsyat hasil karya seorang empu yang sakti. kisah mistis mengenai keampuhannya seperti dapat memberikan rasa aman dan wibawa kepada pemegangnya

Proses Pembuatan

Golok Ciomas dibuat atau ditempa dengan besi sakti berupa palu atau godam dan dibuat secara khusus melalui ritual pada bulan Maulud dan ditempa khusus oleh palu godam pusaka peninggalan Kesultanan Banten.
Ritual khusus bisa berupa puasa dan pembacaan doa-doa khusus atau tawasulan sebelum golok dibuat. Si pandai besi pun harus terlebih dahulu berziarah ke tokoh-tokoh spriritual dan pendekar Banten. Selain itu saat menempa atau membuat golok tersebut juga dibacakan doa-doa khusus.
Sedangkan bahan yang digunakan juga berupa besi khusus dari Desa Pondok Kahuru dan Bojong Honje serta air yang digunakan untuk merendamnya pun harus berasal dari Ciomas

Godam  si Denok 
Godam merupukan salah satu alat proses pembuatan Golok Ciomas. Godam tersebut dijuluki dengan nama si Denok. Bentuk si Denok sendiri, sepintas biasa saja yaitu palu seukuran kepalan tangan dengan gagang kayu, Godam tersebut merupakan pusaka peninggalan Kesultanan Banten. nama si Denok identik dengan seorang perempuan dan nama si Denok sendiri berdasarkan dari cerita rakyat.

Godam si Denok dipegang oleh Jamsari 85 tahun keturunan dari Ki Cengkuk. Jamsari adalah seorang petani biasa yang tidak melakukan pande besi membuat golok. Ia hanya memegang palu atau godam saja dan meminjamkannya kepada siapa saja yang membutuhkannya. Ki cengkuk sendiri diyakini oleh masyarakat Ciomas sebagai pemilik godam tersebut. Godam inilah yang sudah ratusan tahun secara turun temurun digunakan dalam membuat Golok Ciomas hingga hari ini.

Bagaimana kicengkuk memiliki godam tersebut dan siapa ki cengkuk itu menjadi cerita rakyat yang berkembang hingga kini dan yang jelas Godam si Denok ini sepenuhnya telah menjadi "hak milik" warga Ciomas.

Golok Ciomas memiliki model yang beragam ada jenis kembang kacang, mamancungan, candung, dan salam nunggal, Ukurannya ada yang kecil, pas di-soren di pinggang, ada pula yang panjang mendekati ukuran pedang. Semua tidak ada yang sama persis, Masing - masing memiliki perbedaan dan keunikan sendiri - sendiri, sesuai pesanan pemiliknya.
Golok Ciomas generasi pertama yang konon dibuat langsung oleh pemiliknya (Ki Cengkuk) dinamakan si Rebo. Golok sepanjang 1 m itu memiliki bentuk khas dan terlihat bekas pautan tangan. Si rebo sampai kini masih disimpan oleh masyarakat Ciomas.



Semoga Bermanfaat...







Legenda Putri Naga dan Tuan Tapa

♠ Posted by Unknown in





Tapaktuan -  Merupakan sebuah Legenda Tuan Tapa dan Putri Naga.  Tapaktuan dikenal juga dengan sebutan Kota Naga, Tepatnya di sebah kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh.
Menurut cerita masyarakat Aceh, Tuan Tapa sejatinya adalah seorang manusia biasa. Dia juga memiliki ukuran tubuh seperti manusia pada umumnya, bukan seorang raksasa. Hanya saja, dia diberikan kelebihan oleh Allah karena ketaatannya, ketakwaannya, dan keimanannya terhadap Sang Maha Penguasa Jagat Raya.

Legenda Naga mengisahkan tentang sepasang naga jantan dan betina yang mendiami teluk Tapaktuan. Sepasang naga ini, memiliki anak perempuan yang disebut Putri Naga atau Putri Bungsu. Putri ini cantik jelita.  Putri nan rupawan ini, menurut cerita didapat dari laut kepas disaat selesai badai dahsyat yang menenggelamkan sebuah kapal dari daratan cina. Konon, pada saat itu, sepasang naga tersebut sedang menyusuri lautan yang bergelombang. Si Naga jantan tiba-tiba berhenti, tertegun memperhatikan sebuah titik hitam di tengah laut dan ternayata titik hitam tersebut seorang Bayi mungil yang terapung-apung dipermainkan ombak hingga akhirnya sepasang naga itu menolong dan mengasuhnya disarang mereka. Karena sepasang naga tersebut tidak mempunyai keturunan lalu bayi mungil itu mereka jadikan sebagai anak pungut dan diberi nama dengan Putri Bungsu atau lebih dikenal dengan nama Putri Naga.
Sepasang naga itu sangat senang mendapatkan putri berbentuk manusia. Dengan suka cita sepasang naga tersebut mengasuh dan merawat si putri. Sementara itu, setelah selamat dan menepi kedarat orangtua kandung si Putri (asal dari cina ) begitu sedih kehilangan buah hatinya setelah perahu mereka kandas dihempas badai dahsyat. Mereka berpikir bahwa anak perempuan kesayangannya sudah hilang tenggelam dalam laut, sehingga dengan perasaan pilu (menurut cerita) merekapun kembali kenegeri asal dengan menumpang kapal dagang lain.

 Layaknya anak-anak, Putri bungsu setelah sadar dari pingsannya, ketakutan dan menangis sejadi-jadinya begitu melihat sosok Naga yang menyeramkan. Walaupun sedih, sepasang naga tersebut berupaya agar Putri bungsu tidak merasa ketakutan dan mau menerima mereka sebagai keluarga barunya. Seiring waktu, Putri bungsu akhirnya menerima keadaannya dan bergaul dengan hangat dengan sepasang naga tersebut.

Saking sayangnya pada Putri Bungsu, naga jantan menciptakan tempat bermain nan indah di gunung itu. Mulai dari tempat pemandian si putri hingga tempat – tempat lainnya dipenuhi agar Putri Bungsu suka dan tidak pergi dari mereka. Semua Semua itu dilakukan agar Putri Bungsu betah tinggal bersama mereka


Begitulah, sementara itu waktu terus bergulir. Putri Bungsu pun sudah merangkak remaja. Kedua ekor naga tersebut sangat memuji akan kecantikan Putri Bungsu. Matanya sedikit sipit, kulit yang putih serta pembawaannya yang anggun membuat sepasang naga makin sayang kepada Putri Bungsu. Mereka sangat memanjakan sang putri. Sementara itu, Putri Bungsu yang bertahun-tahun tinggal dan menetap bersama dua ekor naga dalam sebuah gua mulai merasa tidak betah. Berkali-kali dia meminta pada ‘orangtua asuhnya’ agar diperkenankan untuk melihat daratan dan melihat orang-orang, namun kedua naga tidak menyetujui. Dalam anggapan mereka, apabila si putri diizinkan keluar, maka kemungkinan untuk ditinggalkan sudah tentu ada. Itulah sebabnya Putri Bungsu tidak pernah dibawa ke daratan.
Hingga pada suatu hari, Putri Bungsu bertekat untuk segera meninggalkan kediaman orang tua asuhnya tersebut. Niat untuk melarikan diri ini pun dirancang dengan matang sehingga kedua naga yang cerdas itu tidak mengetahui. Hari demi hari terus berlalu, Putri Bungsu yang jelita semakin patuh pada aturan sang naga. Hal ini membuat sepasang naga yakin dan percaya bahwa si putri tidak akan meninggalkan mereka. Oleh karena itu, sering terlihat sepasang naga pergi mengarungi lautan dan meninggalkan Putri Bungsu sendiri di goa kediaman mereka.
Putri Bungsu bukanlah gadis yang bodoh. Walaupun sering ditinggalkan sendiri sehingga peluang untuk pergi terbuka, tapi demi menjaga kepercayaan sang naga kepadanya, dia membiarkan keadaan tersebut berlangsung. Bahkan, pada suatu hari ada terlihat sebuah kapal yang melaju agak dekat dengan kediamannya. Dalam hatinya merasa sangat gembira manakala terlihat olehnya manusia-manusia yang berpakaian rapi berdiri dianjungan kapal. Saat itu dengan berani, Putri Bungsu mulai sering menampakkan diri dipenggir goa agar kehadirannya disitu menjadi perhatian setiap kapal yang lewat.
Hingga pada ketika, disaat sepasang naga berpamitan untuk pergi agak lama sehingga harus meninggalkan sang putri sendirian digoa. Putri Bungsu sangat girang karena dalam kurun waktu tersebut, rencana untuk melarikan diri akan terlaksana. Begitulah, setelah puluhan kilometer naga berlalu, ada sebuah kapal berlayar dan kebetulan sudah menyaksikan keelokan sang putri dan nakhkoda kapal pun segera bersandar didekat pulau itu kemudian membawa Putri Bungsu berlayar. Biasanya, setiap kapal tidak berani dekat-dekat dengan pulau tersebut karena sering bertiup angin kencang dan sering membuat awak kapal sangat kerepotan menjaga agar tidak tenggelam. Hal ini disebabkan oleh ulah kedua naga itu yang tidak ingin tempat mereka didekati.
Setelah Sang Putri berlayar, ditempat lainnya, Naga betina merasa hatinya tidak nyaman sehingga memutuskan untuk kembali kekediaman mereka. Namun betapa bingungnya kedua naga itu karena keberadaan putri bungsu tidak terlihat. Seluruh sudut pulau itu mereka susuri namun Putri Bungsu sudah hilang. Naga Betina sangat sedih sementara itu naga jantan marah.
Akhirnya diputuskan untuk mencari Putri Bungsu dilautan lepas. Sasaran mereka adalah kapal-kapal yang lewat. Kebetulan dilautan terlihat sebuah titik hitam yang melaju dekat dengan sebuah pulau besar. Dengan segera kedua naga tersebut mengejarnya. Setelah mengintai, mereka melihat Putri Bungsu berada disana. Kedua naga sangat marah, mengira Putri mereka diculik manusia sehingga kapal dan seluruh penumpang menjadi terancam. Dengan ketakutan, seluruh penumpang kapal berteriak – teriak. Angin membawa teriakan mereka pada sebuah goa yang bernama Goa Kalam. Didalamnya terdapat seorang tua yang sedang bertapa. (Tidak ada keterangan yang jelas siapa nama sebenarnya dari tokoh ini ). Orang tua ini disebut dengan Tuan Tapa. Tuan tapa yang mendengar jeritan dan teriakan ketakutan merasa tidak tentram. Lalu, Tuan tapa mengambil tongkatnya dan keluar dari goa. Dengan kesaktiannya, Tuan Tapa melihat dengan jelas ditengah lautan terjadi perkelahian antara sepasang naga dengan penumpang kapal.
Tanpa menunggu, Tuan Tapa kemudian merubah ukuran tubuhnya menjadi besar. (menurut cerita, laut didaerah Tapaktuan hanya sebatas pinggangnya -red). Setelah itu dengan pesat, Tuan Tapa menengahi perkelahian yang tidak seimbang itu. Namun sepasang naga yang sudah kalap berbalik menyerang Tuan Tapa. Karena terjadi gelombang besar akibat gerakan sepasang naga itu, Kapal pun terlempar jauh. Perkelahian antara sepasang naga dengan Tuan Tapa berlangsung seru. Bertubi – tubi kedua naga menyemburkan api dari mulutnya sementara ekor dan cakar mereka tidak ketinggalan menyerang. Begitulah, berkat kesaktian dari Tuan Tapa, semua serangan sepasang naga berhasil diredam.
Akibat perkelahian itu, Pulau besar yang berada ditengah laut pun hancur dan terpisah-pisah menjadi 99 buah (selanjutnya disebut dengan Pulau Banyak, pulau ini berada di kabupaten Aceh Singkil).
Hingga pada suatu ketika, Tongkat Tuan Tapa berhasil mengenai tubuh naga jantan sehingga hancur terberai. Darahnya memancar keluar, sebagian besar terpencar ke bagian pesisir dan membeku (Selanjutnya tempat dimana darah naga itu tumpah disebut dengan Desa Batu Sirah atau Batee Mirah). Sementara hati dan jantungnya juga tercampak kepesisir (daerah ini disebut dengan desa Batu Itam atau Batu yang menghitam ). Naga Jantan mati dengan tubuh hancur.
Melihat pasangannya mati,  Naga betina ketakutan lalu melarikan diri.  Demi menghindar dari kematian, Naga Betina yang panik lari tanpa tujuan dan menabrak sebuah pulau lainnya sehingga pecah menjadi dua pulau (selanjutnya disebut dengan Pulau Dua, berada diwilayah laut Kecamatan Bakongan Timur Kabupaten Aceh Selatan).
Sementara itu, akibat dari pertempuran antara sepasang Naga dan Tuan Tapa, masih meninggalkan jejak berupa tongkat. Setelah dipugar, Tongkat itu, dipercayai sebagai tongkat Tuan Tapa.Kemudian, Bagaimana nasib sang Putri? menurut cerita, Sang Putri akhirnya kembali hidup normal layaknya manusia dan hidup bahagia bersama kedua orangtuanya didaratan cina.
Dan Lagenda ini telah diperkuat dengan beberapa bukti yang telah ditinggalkan oleh Si Tuan Tapa berupa Tongkat dan Topinya yang berada di tengah laut Tapaktuan dan hanya bisa di lihat dari sebuah gunung yang bernama Gunung Lampu menjelang pasang sudah surut. Kemudian sebuah Tapak kaki dan makam Tuan Tapa yang ukurannya besar.

Dibawah ini merupakan Makam Tuan Tapa.


Semoga Bermanfaat...








Sejarah Syekh Siti Jenar

♠ Posted by Unknown in


SYEKH SITI JENAR

Syekh Siti Jenar adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa.
Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain di antarnya  Syekh Lemah Abang, Syaikh Lemah Brit, Sunan Jepara)

Syekh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran.Sejak kecil ia berguru kepada ayahnya Sayyid Shalih dibidang Al-Qur’an dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil menghafal Al-Qur’an usia 12 tahun. Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka ia bersama ayahnya berdakwah dan berdagang ke Malaka. Tiba di Malaka ayahnya, yaitu Sayyid Shalih, diangkat menjadi Mufti Malaka oleh Kesultanan Malaka dibawah pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah. Saat itu. KesultananMalaka adalah di bawah komando Khalifah Muhammad 1, Kekhalifahan Turki Utsmani. Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan ayahnya bermukim di Malaka.

Syaikh Siti Jenar adalah seorang sayyid atau habib keturunan dari Rasulullah Saw. Nasab lengkapnya Syekh Siti Jenar adalah  [Sayyid Hasan ’Ali] bin Sayyid Shalih bin Sayyid ’Isa ’Alawi bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid ’Abdullah Khan bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan bin Sayyid 'Alwi 'Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath bin Sayyid 'Ali Khali Qasam bin Sayyid 'Alwi Shohib Baiti Jubair bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma'ah bin Sayyid 'Alwi al-Mubtakir bin Sayyid 'Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid 'Isa An-Naqib bin Sayyid Muhammad An-Naqib bin Sayyid 'Ali Al-'Uraidhi bin Imam Ja'far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam 'Ali Zainal 'Abidin bin Imam Husain Asy-Syahid bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah Saw.


Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena ajarannya yang terkenal, yaitu Manunggaling Kawula Gusti. Akan tetapi sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah intelektual yang sudah mendapatkan esensi Islam itu sendiri. Ajaran – ajarannya tertuang dalam pupuh, yaitu karya sastra yang dibuatnya. Meskipun demikian, ajaran yang sangat mulia dari Syekh SitiJenar adalah budi pekerti.
Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara hidup sufi yang dinilai bertentangan dengan ajaran Walisongo. Pertentangan praktek sufi Syekh Siti Jenar dengan Walisongo terletak pada penekanan aspek formal ketentuan syariah yang dilakukan oleh Walisongo.

Dalam sumber lain disebutkan bahwa Syekh Siti Jenar pernah berguru kepada Sunan Giri di Giri Kedaton atau Giri Gajah. Tetapi karena kelakukannya yang tidak senonoh yaitu suka mempelajari ilmu karang atau ilmu sihir maka ia tidak termasuk murid-murid terpilih. Sebab ilmu sihir yang mengandalkan bantuan jin dan setan itu dilarang oleh agama Islam.
Murid-murid yang terpilih artinya murid yang diperkenankan ikut mempelajari Ilmu Sepuh atau Ilmu Tua, yakni Ilmu Hak Sejati.
Tapi Syekh Siti Jenar tidak kekurangan akal. Ia tetap ingin mengikuti pelajaran tingkat tinggi itu secara sembunyi-sembunyi. Yaitu dengan jalan mengerahkan ilmu sihir sehingga tubuhnya nejadi seekor cacing.
Ia mengikuti wejangan Sunan Giri, tapi karena dasar batinnya tidak jernih maka apa yang diserapnya jauh dari apa yang dimaksudkan oleh Sunan Giri.
Selanjutnya ia membuka perguruan, banyak murid-muridnya yang berdatangan untuk berguru kepadanya. Diantaranya adalah Ki Ageng Pengging. Lontang Asmara,  Pangeran Panggung, dll.
Namun karena pada mulanya ia menyadap ilmu dengan cara tidak benar maka ajaran yang disampaikan pun ajaran yang tidak benar.

Inti ajaran ini adalah Pantheisme atau manunggaling Kawula Gusti. Jadi dia sendiri telah mengaku bersatu dengan Tuhan.

Syekh Siti Jenar Mengaku Sebagai Tuhan

Syekh Siti Jenar sudah tidak mau lagi datang ke mesjid Demak. Kemudian dilanjutkan dengan tidak mau Sholat Jum’at. Bahkan tidak mau mengerjakan Sholat Lima Waktu. Murid-muridnya tentu saja turut kelakuan gurunya.
Tentu saja ajaran ini ditentang oleh para wali. Syekh Siti Jenar diberi peringatan namun tetap menyebarkan ajaran yang sesat itu. Padahal para wali sedang gencar-gencarnya menyiarkan agama Islam sesuai dengan Mazhhab Imam Syafii. Sholat adalah tiang agama, jika sholat sudah ditinggalkan pemeluk agama Islam berarti  telah merobohkan agama Islam itu sendiri.

Syekh Siti Jenar dipanggil oleh Sunan Giri untuk diajak musyawarah.
Utusan Sunan Giri bernama Santri Kodrat dan Malang Sumirang datang menyampaikan panggilan.
Tuan Siti Jenar diharap datang ke Giri Kedaton kata sang utusan.
Siti Jenar tidak ada, yang ada hanyalah Tuhan yang Maha Esa, jawab Syekh Siti Jenar dari dalam rumah.
Utusan yang sudah dibekali ilmu mantiq itu berkata dengan cerdiknya. Kalau begitu Tuhan yang dipanggil ke Giri Kedaton.
Syekh Siti Jenah berulah, Sekarang Tuhan tidak ada. Yang ada Siti Jenar.
Utusan cepat berkata, ya, Siti Jenar yang ada dipanggil ke Giri Kedaton.
Syekh Siti Jenar menjawab lagi Tuhan tidak memperkenankan Siti Jenar……
Utusan pun tidak mau kalah, cepat dia berkata: kalau begitu Tuhan dan Siti Jenar diminta datang ke Giri Kedaton.

Di dalam sidang ternyata Syekh Siti Jenar tidak mau merubah pendapatnya bahwa dia mendakwakan dirinya Tuhan. Tak perlu mengerjakan Sholat lagi dan tidak ada gunanya syariat. Itu hanya basa basi yang ada hanya hakekat demikian kata Syekh Siti Jenar.
Sunan Kalijaga menyahut, karena itukah tuan Siti Jenar tidak mau mengerjakan sholat?
Apa gunanya sholat? Tukas Siti Jenar. Allah dan Siti Jenar sudah bersatu. Kalau Siti Jenar menyembah Allah, itu berarti Allah menyembah Allah.
Itu ajaran sesat. Jangan hanya mementingkan hakekat. Harus penuhi syariat supaya mesjid tidak kosong dari para jama’ah, kata Sunan Giri.
Siti jenar tetap ngotot dengan pendiriannya. Itu namanya hanya berbuat kesia-siaan. Kalu umur ini hanya dipergunakan untuk sholat berarti waktu hanya habis untuk bersopan santun. Itu ilmunya orang bodoh dan kafir. Kalau orang itu betul-betul pasrah pada hakekatnya adalah persatuan Kawula Gusti.

Sunan Kalijaga cepat menanggapi perkataan Siti Jenar, itu ajaran sesat. Persis ajaran AL-Halaj di bagdad yang berpaham wihdatul Wujud, mengaku dirinya Tuhan Allah. Bila ajaran ini dibiarkan berlarut-larut maka akan membahayakan umat Islam di tanah jawa. Padahal iman mereka baru saja kita bina. Jika ajaran ini menyebar luas, umat Islam pasti akan terpecah belah.

Nabi Muhammad adalah Rasul terpilih, terjaga kesuciannya, namun beliau masih tetap melakukan syariat. Tekun mendirikan sholat. Sedangkan Syekh Siti Jenar dengan berani mengaku dirinya Tuhan dan tidak mau sholat. Jelas dia bermaksud merusak agama Islam yang kita syiarkan.
Akhirnya sidang para wali yang diketuai oleh Sunan Giri selaku Mufti tanah jawa memutuskan hukuman mati bagi Siti Jenar. Tetapi para wali cukup bijak. Siti Jenar diberi waktu setahun untuk merenung dan bertobat. Siapa tahu dalam waktu 1 tahun itu dia akan menyadari kesalahannya.

Selama 1 tahun sunan Kalijaga mendapat tugas mengawasi gerak gerik Siti Jenar. Ternyata Siti Jenar tidak berubah. Dia tetap berfaham Wihdatul Wujud atau manunggaling Kawula Gusti. Persatuan hamba dengan Tuhannya. Maka setelah lewat 1 tahun hukuman mati itupun dilaksanakan. Bertindak sebagai pelaksana adalah Sunan Kudus selaku Senopati Waliullah.

Walaupun Siti Jenar telah mati, tapi murid-murid nya masih banyak. Diantaranya adalah Kebo Kenanga atau Ki Ageng Pengging, Ki Ageng Tingkir, Lontang Asmara, dll.

Ajaran-ajaran Siti Jenar yang dimasa Raden Patah dilarang keras, pada jaman Sultan Hadiwijaya (gelar Jaka Tingkir setelah jadi Raja Pajang) dijadikan ajaran resmi kerajaan. Ajaran ini terus berkembang hingga awal kebangkitan Mataram dibawah Panembahan Senopati hingga puncak kejayaan Mataram dibawah Sultan Agung.

Pengganti Sultan Agung adalah susuhunan Amangkurat 1. Dia tidak mau kalah dengan gelar para wali yang disebut Sunan, dia menambahkan kata Su lagi dari kata Sunan sehingga menjadi Susuhunan yang artinya harus dijunjung tinggi. Amangkurat artinya yang memangku dunia. Dia menanamkan ajaran kepada rakyat bahwa kepada raja harus takut seperti takutnya pada Tuhan.

Seperti tersebut dalam sejarah, kehidupan Amangkurat 1 ini penuh dengan huru-hara. Demi kenikmatan dunia ia rela menjual negaranya kepada kompeni Belanda. Padahal Sultan Agung sangat anti kepada Belanda.

Amangkurat menganggap dirinya Tuhan sehingga boleh berbuat apa saja seenaknya. Baru satu tahun ia berkuasa sudah banyak menimbulkan korban. Pangeran Alit dan Cakraningrat 1 dari Madura dibunuh tanpa suatu alasan yang jelas.

Ketika seorang selirnya yang cantik meninggal dunia ia langsung membunuh 43 selirnya yang lain, dengan alasan 43 selirnya itu sengaja meracuni Ratu Malang selirnya yang paling cantik itu.

Saudaranya yang lain yaitu Pangeran Pekik dibunuh beserta seluruh keluarganya secara kejam. Pendek kata kekejamannya hampir sama dengan Raja Firaun. Tentu saja ini menimbulkan reaksi keras dikalangan rakyat.

Timbullah suara-suara sumbang tentang dirinya.

Dalam suasana yang keruh ini ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkannya. Mereka adalah para kaki tangan Raja yang sangat benci pada Dinasti Demak dan Giri Kedaton. Sebagaimana diketahui Demak dan Giri Kedaton adalah kekuatan utama yang menyangga kelangsungan aliran ahlussunnah. Sementara raja Amangkurat pendukung utam aliran syi’ah yang telah bercampur dengan faham kejawen.

Orang-orang syiah kejawen itu menghasut raja bahwa yang menimbulkan isu tidak puas dikalangan masyarakat adalah para ulama dari Giri Kedaton. Semua orang mau menghormat kepada Raja dengan cara membungkuk dan menyembah kakinya. Hanya para ulama Giri Kedaton yang tidak mau melakukan penghormatan seperti itu. Maka Sunan Amangkurat memerintahkan kaki tangannya untuk mengumpulkan para ulama Giri Kedaton dan yang erat kaitannya dengan Giri Kedaton.

Karena merasa dirinya itu Tuhan, maka Sunan Amangkurat 1 tega berbuat apa saja. Sebanyak 6000 Ulama Ahlussunnah dikumpulkan di alun-alun, dibantai secara keji dihadapan Sunan Amangkurat 1.

Inilah bukti sejarah hitam dari penganut faham syiah kejawen warisan Siti Jenar yang mengajarkan persatuan hamba dengan Tuhan.



Semoga Bermanfaat...




Wali Songo

♠ Posted by Unknown in

Walisongo
Walisongo atau Walisanga dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Walisongo ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

Walisongo berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim atau (Sunan Gresik), Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid.


Maulana Malik Ibrahim adalah yang tertua. Sunan Ampel adalah anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.

Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. 

Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus dari Timur" hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha.


Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.


Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Para Walisongo adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Pengaruh mereka terasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa, mulai dari kesehatan, bercocok-tanam, perniagaan, kebudayaan, kesenian, kemasyarakatan, hingga ke pemerintahan.

Ada beberapa pendapat mengenai arti Walisongo. Pertama adalah wali yang sembilan, yang menandakan jumlah wali yang ada sembilan, atau sanga dalam bahasa Jawa. Pendapat lain menyebutkan bahwa kata songo/sanga berasal dari kata "tsana" yang dalam bahasa Arab berarti mulia. Pendapat lainnya lagi menyebut kata sana berasal dari bahasa Jawa, yang berarti "tempat". 



semoga bermanfaat....


Sejarah Lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila

♠ Posted by Unknown in
Lambang Negara Indonesia 

Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lambang Negara Indonesia berbentuk burung garuda berwarna emas berkalungkan perisai yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan  "dari sudut pandang garuda" , perisai berbentuk menyerupai jantung yang di gantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan BHINNEKA TUNGGAL IKA yang berarti  ( Berbeda-beda tetapi tetap satu ), ditulis diatas pita yang dicengkeram oleh Garuda.
Sesuai dengan desainnya, lambang tersebut bernama resmi Garuda Pancasila. Garuda merupakan nama burung itu sendiri, sedangkan Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang disimbolkan dalam gambar-gambar di dalam perisai yang dikalungkan itu. Nama resmi Garuda Pancasila yang tercantum dalam Pasal 36A, UUD 1945.

Sejarah
Perancangan lambang negara dimulai pada Desember 1949, beberapa hari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Belanda. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1950, dibentuklah Panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi usulan lambang negara. Dari berbagai usul lambang negara yang diajukan ke panitia tersebut, rancangan karya Sultan Hamid II lah yang diterima. Sultan Hamid II (1913–1978) yang bernama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie merupakan sultan dari Kesultanan Pontianak, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Kalimantan Barat dan juga Menteri Negara Zonder Portofolio pada era 
Republik Indonesia Serikat.
Setelah disetujui, rancangan itupun disempurnakan sedikit demi sedikit atas usul Presiden Soekarno dan masukan berbagai organisasi lainnya, dan akhirnya pada bulan Maret 1950, jadilah lambang negara seperti yang kita kenal sekarang. Rancangan final lambang negara itupun akhirnya secara resmi diperkenalkan ke masyarakat dan mulai digunakan pada tanggal 17 Agustus 1950 dan disahkan penggunaannya pada 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Sukiman Wirjosandjojo melalui PP 66/1951, dan kemudian tata cara penggunaannya diatur melalui PP 43/1958.
Meskipun telah disahkan penggunaannya sejak tahun 1951, tidak ada nama resmi untuk lambang negara itu, sehingga muncul berbagai sebutan untuk lambang negara itu, seperti Garuda Pancasila, Burung Garuda, Lambang Garuda, Lambang Negara, atau hanya sekedar Garuda. Nama Garuda Pancasila baru disahkan secara resmi sebagai nama resmi lambang negara pada tanggal 18 Agustus 2000 oleh MPR melalui amandemen kedua UUD 1945.

Makna dan Arti Lambang
Garuda Pancasila terdiri atas tiga komponen utama, yakni Burung Garuda, perisai, dan pita putih.
Burung Garuda
Burung Garuda merupakan burung mistis yang berasal dari Mitologi Hindu yang berasal dari India dan berkembang di wilayah Indonesia sejak abad ke-6. Burung Garuda itu sendiri melambangkan kekuatan, sementara warna emas pada burung garuda itu melambangkan kemegahan atau kejayaan.
Pada burung garuda itu, jumlah bulu pada setiap sayap berjumlah 17, kemudian bulu ekor berjumlah 8, bulu pada pangkal ekor atau di bawah perisai 19, dan bulu leher berjumlah 45. Jumlah-jumlah bulu tersebut jika digabungkan menjadi 17-8-1945, merupakan tanggal di mana kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

Perisai

Perisai yang dikalungkan melambangkan pertahanan Indonesia. Pada perisai itu mengandung lima buah simbol yang masing-masing simbol melambangkan sila-sila dari dasar negara Pancasila.
Pada bagian tengah terdapat simbol bintang bersudut lima yang melambangkan sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Lambang bintang dimaksudkan sebagai sebuah cahaya, seperti layaknya Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia. Sedangkan latar berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli, yang menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah sekedar rekaan manusia, tetapi sumber dari segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.
Di bagian kanan bawah terdapat rantai yang melambangkan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai tersebut terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkait membentuk lingkaran. Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan yang lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkait pun melambangkan bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan, membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat seperti sebuah rantai.
Di bagian kanan atas terdapat gambar pohon beringin yang melambangkan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Pohon beringin digunakan karena pohon beringin merupakan pohon yang besar di mana banyak orang bisa berteduh di bawahnya, seperti halnya semua rakyat Indonesia bisa "berteduh" di bawah naungan negara Indonesia. Selain itu, pohon beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana, namun tetap berasal dari satu pohon yang sama, seperti halnya keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.
Kemudian, di sebelah kiri atas terdapat gambar kepala banteng yang melambangkan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Lambang banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah di mana orang-orang harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu.
Dan di sebelah kiri bawah terdapat padi dan kapas yang melambangkan sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas digunakan karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran yang merupakan tujuan utama bagi sila kelima ini.
Pada perisai itu terdapat garis hitam tebal yang melintang di tengah-tengah perisai. Garis itu melambangkan garis khatulistiwa yang melintang melewati wilayah Indonesia.
Warna merah dan putih yang menjadi latar pada perisai itu merupakan warna nasional Indonesia, yang juga merupakan warna pada bendera negara Indonesia. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian.

Pita dan Semboyan Negara
Pada bagian bawah Garuda Pancasila, terdapat pita putih yang dicengkeram, yang bertuliskan "BHINNEKA TUNGGAL IKA" yang ditulis dengan huruf latin, yang merupakan semboyan negara Indonesia. Perkataan bhinneka tunggal ika merupakan kata dalam Bahasa Jawa Kuno yang berarti "berbeda-beda tetapi tetap satu jua". Perkataan itu diambil dari Kakimpoi Sutasoma karangan Mpu Tantular, seorang pujangga dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Perkataan itu menggambarkan persatuan dan kesatuan Nusa dan Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau, ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa, serta agama.


semoga bermanfaat...

SEJARAH KERAJAAN PAJAJARAN

♠ Posted by Unknown in



Asal muasal Kerajaan Pajajaran 

Sejarah menyebutkan bahwa awal berdirinya Kerajaan Pajajaran dimulai dari runtuhnya Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400 masehi. Saat itu Majapahit semakin lemah apalagi ditandai dengan keruntuhan masa pemerintahan Prabu Kertabumi atau Brawijaya ke lima.
Berdirinya Kerajaan Pajajaran  ini adalah pada tahun 923 dan pendirinya adalah Sri Jayabhupati. Bukti-bukti ini didapat dari Prasasti Sanghyang berumur 1030 Masehi yang ada di Suka Bumi.

Kerajaan Pajajaran saat Mengalami Masa Kejayaan

Masa-masa di mana Kerajaan Pajajaran mengalami kejayaan adalah pada saat pemerintahan Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaha. Bahkan sampai sekarang masa keemasan Prabu Siliwangi masih teringat di hati rakyat Jawa Barat.
Sri Baduga Maharaha pada masa kejayaannya membangun sebuah telaga besar yang dia beri nama Maharena Wijaya. Selain itu, dia juga berhasil membangun sebuah jalan yang menghubungkan antara ibu kota dengan wilayah Wanagiri. Dari sana Sri Baduga Maharaha membangun banyak aspek Spiritual seperti menyarankan agar kegiatan-kegiatan agama dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, dia juga membangun asrama para prajurit, kaputren, tempat pagelaran, memperkuat benteng pertahanan, merencanakan dan mengatur masalah upeti, dan menyusun peraturan atau undang-undang kerajaan.
Semua kegiatan dan pembangunan yang dilakukan oleh Sri Baduga Maharaha ini terukir di dalam dua buah prasasti bersejarah yaitu prasasti Batutulis dan Prasasti Kabantenan. Di sana di tulis tentang bagaimana Sri Baduga Maharaha membangun seluruh aspek kehidupan kerajaannya. Sejarah tersebut pun diceritakan dengan pantun dan kisah Babad.

Kerajaan Pajajaran saat Mengalami Masa Keruntuhan

Keruntuhan Pajajaran lebih banyak disebabkan oleh penyerangan yang dilakukan oleh Kasultanan Banten. Selain itu, keruntuhan ini ditandai oleh tahta atau singgasana Raja yang disebut Palangka Sriman Sriwacana dibawa oleh pasukan Maulana Yusuf dari Kerajaan Pajajaran ke Kraton Surosowan. Pemboyongan singgasana raja ini dilakukan sebagai tradisi sekaligus sebagai tanda bahwa tidak mungkin ada raja baru lagi yang bisa dinobatkan di Kerajaan Pajajaran. Akhirnya, Maulana Yusuf lah yang berkuasa di wilayah-wilayah Kerajaan Sunda. Jika Anda menengok bekas Kraton Surosowan di Banten, maka Anda bisa melihat terdapat reruntuhan Palang Sriman Sriwacana yang telah diboyong oleh Maulana Yusuf. Reruntuhan batu tersebut di sebut oleh masyarakat Banten sebagai Watu Gilang yang berarti berseri atau mengkilap.
Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala.(Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka” bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul’awal 987 Hijriyah, atau 8 Mei 1579 M)

Selama Kerajaan Pajajaran berdiri, kerajaan ini telah dipimpin oleh 12 orang Raja. Raja pertana adalah Sri Baduga Maharaja dan Raja terakhir adalah Prabu Ratu Dewata.
.


Semoga bermanfaat...






SEJARAH BERDIRINYA CANDI BOROBUDUR

♠ Posted by Unknown in



Candi Borobudur merupakan warisan budaya indonesia yang  sudah terkenal sampai ke seluruh dunia. Bangunan ini merupakan candi budha terbesar didunia dan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO. 

Asal Usul Candi Borobudur

Candi Borobudur - terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Borobudur mencuri perhatian dunia sejak HC cornelius menemukan lokasinya atas perintah Sir Thomas Stamford Raffles yang menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa pada tahun 1814.

Penamaan Borobudur pertama kali ditulis dalam buku Sejarah Pulau Jawa karya Sir Thomas Raffles. Nama Bore-Budur, yang kemudian ditulis BoroBudur, kemungkinan ditulis Raffles dalam tata bahasa Inggris untuk menyebut desa terdekat dengan candi itu yaitu desa (Bore) Raffles juga menduga bahwa istilah (Budur) mungkin berkaitan dengan istilah Buda dalam bahasa Jawa yang berarti "purba".

Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.Candi Borobudur ini dibuat sebagai model alam semesta yang dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha. Berdasarkan bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14. Ahli Sejarah J.G. de Casparis dalam disertasi doktor pada tahun 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan yang didirikan oleh Raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa Sanskerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.



Masa Pembangunan Candi Borobudur 

diperkirakan kurun antara tahun 750 dan 850 M.
Arkeolog menduga bahwa rancangan awal Borobudur adalah stupa tunggal besar yang memahkotai puncaknya. Diduga massa stupa raksasa yang luar biasa besar dan berat ini membahayakan tubuh dan kaki candi sehingga arsitek perancang Borobudur memutuskan untuk membongkar stupa raksasa ini dan diganti menjadi tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk seperti sekarang.

Apa sebabnya Candi Borobudur Ditinggalkan

Candi Borobudur terlantar selama berabad-abad terkubur di bawah lapisan tanah yang ditumbuhi pohon dan semak belukar sehingga Borobudur menyerupai bukit. Alasan sesungguhnya penyebab Borobudur ditinggalkan hingga kini masih belum diketahui. Belum diketahui secara pasti sejak kapan bangunan suci ini tidak lagi menjadi tempat ziarah umat Buddha.Pada kurun waktu antara 928 dan 1006, Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan Medang ke kawasan Jawa Timur setelah serangkaian letusan gunung berapi; tidak dapat dipastikan apakah faktor inilah yang menyebabkan Borobudur ditinggalkan, akan tetapi beberapa sumber menduga bahwa sangat mungkin Borobudur mulai ditinggalkan pada periode ini.Menurut Soekmono (1976) candi ini mulai benar-benar ditinggalkan sejak penduduk sekitar beralih keyakinan kepada Agama Islam pada abad ke-15.


Semoga bermanfaat...

Kisah Misteri Pohon Bringin Kembar Yogyakarta

♠ Posted by Unknown in

Pohon Beringin kembar  - Menjadi icon alun alun Yogyakarta . Siapa yang belum pernah mendengar kisah romantis dan mistis dibalik 2 pohon beringin kembar ini.
jika Anda asli orang jogja, pasti sudah sangat hafal dengan cerita ini. Tetapi ternyata tidak semua mengetahui apa saja mitos yang mengiringi tumbuh nya pohon ini. 2 pohon beringin yang dikatakan berpasangan ini banyak dihubung-hubungkan dengan Sultan Hamengku Buwono VI dan juga Nyi Roro Kidul. berikut ini adalah kisah mistis dibalik pohon beringin kembar ini.


Tradisi Masangin 

Tradisi masangin adalah memasuki 2 pohon beringin. Dimana kepercayaan masyarakat sekitar adalah barang siapa yang bisa melewati kedua pohon beringin tersebut dengan mata tertutup tanpa melenceng akan terpenuhi segala permintaannya. Hingga saat ini banyak wisatawan yang baru pertama kali maupun yang berkali-kali ke Jogja, memcoba menyebrangi pohon beringin dengan sempurna namun tetap saja gagal. Padahal secara logika, jarak antara 2 pohon beringin tersebut cukup lebar untuk dilewati.  Apakah mungkin ada misteri di pohon beringin kembar di alun-alun Yogyakarta yang belum kita ketahui?



Awal Mula Tradisi Masangin

Tradisi masangin yang sudah dilakukan sejak lama tidak tumbuh tanpa sebab musabab. Menurut legenda lama dari Jogja, teradi tersebut diawali oleh permintaan putri Sultan Hamengku Buwono VI yang akan dinikahkan akan tetapi tidak begitu menyukai calon yang sudah dipilihkan oleh sang ayah. maka dari itu sang putri memberi syarat, jika pria tersebut bisa melewati kedua pohon beringin dengan mata tertutup maka dia bersedia menikah. Ternayat syarat yang dibelakukan oleh sang putri tidak bisa dilakukan pria tersebut. Hingga akhirnya Sultan memberikan maklumat   bahwa siapa saja pria yang bisa melewati 2 pohon beringin tersebut berarti memiliki hati yang benar-benar tulus dan akan dinikahkan oleh sang putri. Entah sudah berapa banyak yang memcoba hingga akhirnya ada satu pria yang bisa menaklukan tantangan tersebut yakni putra Pangeran Prabu Siliwangi.



Sebagai Penangkal Kerajaan

Sebagia besar masyarakat percaya jika 2 pohon beringin tersebut merupakan gerbang ghaib  yang menghubungkan kerton jogja dengan pantai selatan yakni istana nyi roro kidul. Konon katanya hal itulah banyak tentara penyerang keraton Jogja yang kehilangan kekuatannya setelah melewati 2 pohon beringin tersebut. Sehingga kerajaan tetap aman hingga saat sekarang. Bahkan mereka juga menganggap bahwa pohon beringin tersebut merupakan Jimat khusus bagi kerajaan dan raja. Karena itu, siapa saja yang akan mencelakai kerajaan dan raja akan gagal karena kekuatannya akan hilang begitu melewati 2 pohon beringin tersebut.


Pohon Beringin Sebagai Pertanda 

Pohon beringin yang berdiri kokoh ini juga dipercaya masyarakat sebagai pertanda akan adanya kejadian yang tidak menyenangkan. tak main-main kejadian tak menyenangkan tersebut tidak hanya terjadi di Jogja namun berskala nasional. Misalnya saja beberapa tahun lalu terjadi kebakaran disalah satu pohon beringin, selang 4 tahun kemudian Indonesia mendapat serangan mendadak G30SPKI. Dan juga pernah terjadi kejadian mengejutkan saat meninggalnya Sultan Hamengku Buwono IX dimana tiba-tiba salah satu pohon beringin roboh tanpa sebab.  Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat Jogja.

Terlepas dari semua mitos dan kepercayaan masyarakat, ada banyak hal yang bisa kita ambil hikmah dari tradisi masangin dan keberadaan pohon beringi tersebut. Seperti misalnya kepercayaan siapa yang mampu melewati 2 pohon beringin tersebut dengan niat yang serius, fokus dan tidak memikirkan hal-hal yang aneh akan mampu melewatinya. Sedangkan siapa yang hanya asal-asalan dan tidak fokus otomatis akan gagal melewatinya.

Maka dari itu, tidak perlu terpengaruh dengan apa yang terjadi dengan 2 pohon tersebut. Kita harus tetap bisa berfikir positif akan misteri pohon beringin kembar di alun-alun Yogyakarta.


Semoga Bermanfaat...




Kisah Cinta Presiden Soekarno dan 9 Istrinya

♠ Posted by Unknown in
Presiden Pertama Republik Indonesia - Soekarno

Tidak diragunakan lagi, beliau memilki kharisma yang luar biasa.
Kharismanya yang begitu kuat tidak hanya membuat warga Indonesia mencintainya, namun membuat para pemimpin asing menjadi segan kepadanya. Ternyata, kharisma tersebut juga berhasil menarik perhatian banyak wanita.

Selain kharisma soekarno, juga memiliki kecerdasan dan wawasan yang luas, juga didukung wajah yang tampan, sehingga banyak wanita yang tertarik kepadanya. Bung Karno juga selalu bersikap sopan dan lembut kepada setiap wanita. Siapa saja wanita yang terpesona oleh sang pemimpin dan menjadi istrinya? Berikut 9 wanita yang pernah menjadi istri Soekarno.

Oetari Tjokroaminoto - Cinta Pertam Bung Karno



Oetari adalah istri pertama sekaligus putri sulung pimpinan SAREKAT ISLAM, Said Tjokroaminoto. Said Tjokroaminoto adalah toloh candiliawan yang juga pernah menjadi guru dari Soekarno.Kisah cinta Soekarno pun berlabuh di jenjang pernikahan ketika Soekarno berumur 20 dan Oetari berumur 16 tahun.
Hubungan Oetari dan Soekarno memang tidak begitu hangan. Karena sudah saling mengenal, mereka lebih tampak seperti adik dan kakak. Mereka menikah disurabaya dan beberapan tahun setelah itu Soekarno ke Bandung untuk melanjutkan studi. Tidak lama setelah studinya dibandung Soekarno menceraikan Oetari.


Inggit Ganarsi



Inggit lahir 17 Februari 1888 yang merupakan istri kedua dan istri paling lama Soekarno. pada saat itu Soekarno tengah tinggal di sebuah rumah kost di Bandung. ketika itu beliau bertemu dengan sosok Inggit yang cantik dan teduh di tahun 1921. Mereka menikah dua tahun setelahnya.
kala itu, Soekarno berumur 20 tahun dan Inggit berusia 33 tahun saat itu, pernikahan Inggit dengan Sanusi, suaminya, pun tidak bahagia. Inggit begit telaten melayani dan mendengarkan Soekrno. Soekarno merebut Inggit dari suaminya dan menikah tahun 1923. Inggit mendampingin Soekarno dalam suka dan duka selama hampir 20 tahun. Pernikahan Soekarno dan inggit tidak dikaruniai anak. Tahun 1943, Soekarno menceraikan Inggit yang tak mau dimadu.


Fatmawati



Pada saat pembuangannya di Bengkulu, Soekarno bertemu Fatmawati. Gadis muda ini adalah putri Tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Usia Soekarno terpau 22 tahun lebih tua dari Fatmawati. Hungan dengan Fatmawati membuat pernikahan Soekarno dengan Inggit Ganarsih berakhir. Inggit menolak dipoligami dan memilih pulang ke Bangdung.Tanggal 1 juni 1943, Soekarno dan Fatmawati menikah. Soekarno berusia 42 tahun dan Fatma 20 tahun. Setelah Indonesia merdeka, Fatma menjadi ibu negara pertama. Dia juga menjahit bendera pusaka merah putih.Dari Fatmawati, Soekarno mendapatkan lima orang anak.
Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.


Hartini


Hartini wanita yang setia yang sempat mengisi hidup Soekarno. Saat dipinang oleh sang proklamator pada tahun 1953, Hartini berumur 29 tahun dan berstatus janda anak lima.pernikahan keduanya diawali oleh pertemuan di candi Prambanan, Jawa Tengah, saat sang kepala negara mengadakan kunjugan kerja.Dari Soekarno, Hartini melahirkan dua anak. Yakni Taufab Soekarnoputra dan Bayu Soekarnoputra. Hartini tetap menjadi istri saat masa kekuasaan Soekarno memasuki usia senja. Hartini juga tetap mempertahankan sttatus pernikahan hingga ajal menjemput Soekarno. Di pangkuan Hartinilah, Putra Sang Fajar menghembuskan napas terakhirnya di RS Gatot Subroto 21 juni 1970.


Kartini Manoppo


Kartini Manoppo di nikahi Soekarno pada tahun 1959, wanita ini merupakan salah satu istri yang paling dicintai oleh Soekarno. Bung Karno dikaruniai anak Totok Suryawan Sukarno pada tahun 1967. Bung karno jatuh cinta pada Kartini kerena melihat sebuah lukisan yang objeknya tidak lain dan tidak bukan adalah Kartini, yang sempat menjadi pramugari Garuda Indonesia. wanita inni memang datang dari keluarga terdidik dan terhormat. Hal tersebut membuat Kartini menutup rapat-rapat pernkahannya dengan Soekarno.


Ratna Sari Dewi



Ratna Sari Dewi menikah dengan Sang Ploklamator, saat  usia menginjak 19 tahun. Namun menjelang redupnya pamor Soekarno, Dewi meninggalkan Indonesia dan hidup di Perancis. Pada tahun 1983, Dewi kembali ke Indonesia. Namun setelah perceraiannya dengan Soekarno dia pergi keberbagai negara seperti Swiss, Perancis dan Amerika Serikat. Pada 2008, Dewi memutuskan untuk menetap di Shibuya, jepang. Soekarno dan Dewi memiliki putri tunggal yang diberi nama Kartika Sari Dewi Soekarno.
Ratna Sari Dewi merupakan wanita asal jepang yang dilahirkan di Tokyo 6 Februari 1940 dengan nama asli Naoko Nemoto .


Haryati 



Haryati adalah seorang penari istana sekaligus staf  Sekretaris Negara Bidang Kesenian. Karena profesinya itu, Haryati menjadi dekat dengan Soekarnoa. Soekarno pun terus menerus berusaha memikat hati Haryati yang kala itu berusia 23 tahun.
Pernikahan Soekarno dan Hayrati berlangsung pada 21 Mei 1963. Namun, pernikahan mereka hanya berlangsung selama 2 tahun. Soekarno menceraikan Haryati karena alasan tidak ada kecocokan antara keduanya.



Yurike Sanger



Soekarno betemu Yurike pada tahun 1963 dan kala itu Yurike masih berstatus sebagai pelajar SMA meski rentang usia antara keduanya cukup jauh, namun hal itu tidak menyurutkan niat Soekarno untuk merberi perhatian pada Yurike. Dia mengirimkan sang gadis belia surat cinta bahkan menghadiahinya dengan kalung. Akhirnya mereka berdua menikah pada tahun 1964.
pernikahan merka berjaln singkat karena pada tahun 1967 Bung Karno dimakzulakn secara de facto sebagai presiden. Ketika itu Soekarno meminta Yurike untuk meminta cerai karena kondisi Soekarno yang kurang baik. Maka mereka berdua bercerai baik-baik.


Heldy Djafar


Heldy Djafar merupakan gadis kelahiran Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Heldy masih berusia 18 tahun ketika Soekarno menikahinya. Sementara, Soekarno sendiri telah berusia 65 tahun. Dia merupakan istri ke sembilan
dari Soekarno. keduanya menikah pada tahun 1966. Pernikahan mereka hanya bertahan beberapa tahun. Heldy sempat meminta cerai karena situasi Indonesia dan posisi politik Bung Karno makin tidak menentu. Namun Bung Karno bersikeras bahwa hanya maut yang bisa memisahkan meraka . Akhirnya, Heldy yang kala itu berusia 21 tahun menikah lagi dengan GUsti Suriansya Noor.

Demikian beberapa kisah cinta dari Sang Ploklamator. Beberapa dari kisah cinta itu bertahan selama berpuluhan tahun hingga akhir hayat. Namun beberapa lainnya hanya seumur jagung


Hingga saat ini, masih banyak sekali beredar teori dan gosip tentang berapa banyak istri Soekarno.
Namun, sepanjang yang dicatat sejarah, sembilan wanita inilah yang pernah mengisi hidup Putrea Sang Fajar.


sumber : bintang.com











Sejarah awal Tari Pendet dari Bali

♠ Posted by Unknown in
Tari Pendet

Bali merupakan salah satu Provinsi yang terkenal dengan keanekaragaman budaya dan eksotisme tempat wisata yang dimilikinya. Bali memiliki beberapa kesenian tari yang sudah mendunia popularitasnya. Selain Tari Pecak, Tari Pendet salah satu kesenian yang sudah tak asing lagi bagi pelancong lokal maupun manca negara. Tari ini secara rutin dipentaskan dan menjadi hiburan bagi wisatawan.





Tarian Pendet sendiri merupakan sebuah pernyataan dari persembahan yang dituangkan dalam bentuk kesenian tari. Tarian Pendet semakin populer karna kesenian ini sangat mudah di tariakan oleh semua orang dan tanpa perlu dengan latihan yang intensif.

Menurut sejarah tarian ini dahulu diciptakan oleh seorang Maestro dari bali yaitu I Wayan Rindi pada Tahun 1967. Dahulunya Tarian Pendet merupakan Tarian yang bersifat sakral dan hanya dipentaskan di Pura pada saat ada ritual keagamaan tertentu. Oleh I Wayan Rindi seni tari ini diubah menjadi kesenian yang dapat dipentaskan tidak hanya pada ritual keagamaan.

Tarian ini dibawakan oleh beberapa orang remaja putri yang dalam menarikannya membawa mangkuk dari perak dimana didalamnya diisi penuh dengan Bunga. Pada akhir pementasan,  bunga yang berada didalam mangkuk perak itu nantinya akan ditaburkan oleh para penari kepada para penonton sebagai ucapan selamat datang. Oleh karna itu Tari Pendet sering disebut sebagai Tari penyambutan.




Semoga Bermanfaat...