SEJARAH KERAJAAN PAJAJARAN

♠ Posted by Unknown in at 7:20 AM



Asal muasal Kerajaan Pajajaran 

Sejarah menyebutkan bahwa awal berdirinya Kerajaan Pajajaran dimulai dari runtuhnya Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400 masehi. Saat itu Majapahit semakin lemah apalagi ditandai dengan keruntuhan masa pemerintahan Prabu Kertabumi atau Brawijaya ke lima.
Berdirinya Kerajaan Pajajaran  ini adalah pada tahun 923 dan pendirinya adalah Sri Jayabhupati. Bukti-bukti ini didapat dari Prasasti Sanghyang berumur 1030 Masehi yang ada di Suka Bumi.

Kerajaan Pajajaran saat Mengalami Masa Kejayaan

Masa-masa di mana Kerajaan Pajajaran mengalami kejayaan adalah pada saat pemerintahan Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaha. Bahkan sampai sekarang masa keemasan Prabu Siliwangi masih teringat di hati rakyat Jawa Barat.
Sri Baduga Maharaha pada masa kejayaannya membangun sebuah telaga besar yang dia beri nama Maharena Wijaya. Selain itu, dia juga berhasil membangun sebuah jalan yang menghubungkan antara ibu kota dengan wilayah Wanagiri. Dari sana Sri Baduga Maharaha membangun banyak aspek Spiritual seperti menyarankan agar kegiatan-kegiatan agama dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, dia juga membangun asrama para prajurit, kaputren, tempat pagelaran, memperkuat benteng pertahanan, merencanakan dan mengatur masalah upeti, dan menyusun peraturan atau undang-undang kerajaan.
Semua kegiatan dan pembangunan yang dilakukan oleh Sri Baduga Maharaha ini terukir di dalam dua buah prasasti bersejarah yaitu prasasti Batutulis dan Prasasti Kabantenan. Di sana di tulis tentang bagaimana Sri Baduga Maharaha membangun seluruh aspek kehidupan kerajaannya. Sejarah tersebut pun diceritakan dengan pantun dan kisah Babad.

Kerajaan Pajajaran saat Mengalami Masa Keruntuhan

Keruntuhan Pajajaran lebih banyak disebabkan oleh penyerangan yang dilakukan oleh Kasultanan Banten. Selain itu, keruntuhan ini ditandai oleh tahta atau singgasana Raja yang disebut Palangka Sriman Sriwacana dibawa oleh pasukan Maulana Yusuf dari Kerajaan Pajajaran ke Kraton Surosowan. Pemboyongan singgasana raja ini dilakukan sebagai tradisi sekaligus sebagai tanda bahwa tidak mungkin ada raja baru lagi yang bisa dinobatkan di Kerajaan Pajajaran. Akhirnya, Maulana Yusuf lah yang berkuasa di wilayah-wilayah Kerajaan Sunda. Jika Anda menengok bekas Kraton Surosowan di Banten, maka Anda bisa melihat terdapat reruntuhan Palang Sriman Sriwacana yang telah diboyong oleh Maulana Yusuf. Reruntuhan batu tersebut di sebut oleh masyarakat Banten sebagai Watu Gilang yang berarti berseri atau mengkilap.
Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala.(Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka” bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul’awal 987 Hijriyah, atau 8 Mei 1579 M)

Selama Kerajaan Pajajaran berdiri, kerajaan ini telah dipimpin oleh 12 orang Raja. Raja pertana adalah Sri Baduga Maharaja dan Raja terakhir adalah Prabu Ratu Dewata.
.


Semoga bermanfaat...






0 comments:

Post a Comment